Sabtu, 03 Desember 2016

Permasalahan Sosial



Permasalahan Sosial

A.Masalah Sosial.
Definisi masalah sosial yang dikemukakan oleh para ahli, yaitu:
1.      Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.
2.      Menurut Soetomo masalah sosial adalah sebagai suatu kondisi yang tidak diinginkan oleh sebagian besar warga masyarakat.
3.       Menurut Lesli, masalah sosial sebagai suatu kondisi yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan sebagian besar warga masyarakat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan atau tidak disukai dan karena perlunya untuk diatasi atau diperbaiki.
4.      Menurut Martin S. Weinberg, masalah sosial adalah situasi yang dinyatakan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai oleh warga masyarakat yang cukup signifikan, dimana mereka sepakat dibutuhkannya suatu tindakan untuk mengubah situasi tersebut.

                Dapat disimpulkan bahwa, permasalahan social adalah sebuah gejala atau fenomena tentang ketimpangan dalam realitas kehidupan di masyarakat. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.

B. Masalah Sosial di Masyarakat
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
§  Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
§  Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
§  Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
§  Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

1. Kemiskinan
                Secara sosiologis, kemiskinan timbul sebagai akibat adanya lembaga kemasyarakatan di bidang ekonomi yang tidak berfungsi dengan baik. Contohnya: di bidang produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa.
Kemiskinan: kondisi standar hidup yang rendah
a. Pengukuran tingkat kemiskinan
§  Kemiskinan absolut: mengacu pada kurangnya sumber daya yang diperlukan untuk kesejahteraan, seperti makanan, air, perumahan, sanitasi, pendidikan, dan perawatan kesehatan (kebutuhan dasar tidak dipenuhi)
§  Kemiskinan relatif: mengacu pada kurangnya sumber daya material dan ekonomi dibandingkan dengan beberapa penduduk lainnya.
b. Faktor yang mempengaruhi kemiskinan
1)Faktor Biologis, Psikologis, Kultural:
a)Kemalasan
b)Kemampuan intelektual dan pengetahuan rendah
c)Penyakit fisik dan mental
d)Kelemahan fisik/cacat
e)Kurangnya ketrampilan
f)Pemborosan
g)Demoralisasi
                Kemiskinan kultural: kemiskinan yang muncul sebagai akibat adanya nilai-nilai atau kebudayaan yang dianut oleh orang-orang miskin, seperti malas, mudah menyerah pada nasib, kurang memiliki etos kerja dan sebagainya.
Ciri dari kemiskinan kultural ini adalah masyarakat enggan mengintegrasikan dirinya dalam lembaga-lembaga utama, sikap apatis, curiga, terdiskriminasi oleh masyarakat luas.

2)Faktor struktural
                Kemiskinan struktural merupakan kemiskinan yang diderita oleh suatu golongan masyarakat karena struktur masyarakat, tidak dapat ikut menggunakan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedia bagi mereka.
Ciri-ciri kemiskinan struktural:
-          Tidak adanya mobilitas sosial vertical
-          Muncul ketergantungan yang kuat dari pihak yang miskin terhadap kelas sosial ekonomi di atasnya
Contoh kelompok yang miskin secara struktural:
-          Petani yang tidak memiliki tanah
-          Pedagang kaki lima, kaum buruh dan migrant
-          Para penghuni pemukiman kumuh

2. Kriminalitas
                Kriminalitas merupakan suatu tindakan yang melanggar norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat. Kriminalitas/kejahatan merupakan perilaku yang merugikan orang lain dan melanggar hukum, baik direncanakan ataupun tidak direncanakan. Yang termasuk dalam tindakan kriminal adalah pencurian, penganiayaan, pembunuhan, penipuan, pemerkosaan, dan perampokan. Tindakan ini biasanya mengakibatkan pihak lain kehilangan harta benda, cacat tubuh, bahkan kehilangan nyawa (masuk kedalam KUHP/ Kitab Undang-undang Hukum Pidana).

Bentuk-bentuk Kejahatan
§  Kejahatan kerah putih (white collar crime): kejahatan yang mengacu pada kejahatan orang-orang terpandang atau berstatus tinggi. Contoh: korupsi, kolusi.
§  Kejahatan kerah biru (blue collar crime): kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang golongan rendah. Contoh: mencuri jemuran, sandal di masjid dan sebagainya.
§  Kejahatan tanpa korban (crime without victim): kejahatan yang tidak mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak pidana orang lain. Contoh: berjudi, mabuk-mabukan, penyalahgunaan narkotika, dan sebagainya.
§  Kejahatan terorganisir (organized crime): pelaku kejahatan merupakan komplotan yang secara berkesinambungan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hukum. Contoh: komplotan korupsi, penyediaan jasa pelacur.
§  Kejahatan korporat (corporate crime): jenis kejahatan yang dilakukan atas nama organisasi dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian. Contoh: suatu perusahaan membuang limbah beracun ke sungai yang mengakibatkan penduduk sekitar mengalami berbagai jenis penyakit.
§  Kejahatan kerah putih (white collar crime) merupakan bentuk penyalahgunaan jabatan.
Pada umumnya, skandal kejahatan kerah putih sulit dilacak karena dilakukan pejabat yang punya kuasa untuk memproduksi hukum dan membuat berbagai keputusan vital.
Kejahatan kerah putih terjadi dalam lingkungan tertutup, misalnya perusahaan atau pemerintahan.

Faktor pendorong timbulnya kejahatan
-          Terjadi perubahan sosial, ekonomi, politik, seperti perang dan bertambahnya pengangguran
-          Pemerintah yang korup sehingga mendorong orang pencari kesempatan untuk berbuat kejahatan
-          Masalah kependudukan dan kesulitan ekonomi
-          Pengembangan sikap mental yang keliru, misalnya ambisi yang berlebihan untuk menaikkan status membuat orang melakukan suap
-          Kurangnya model (teladan) dan orang yang dituakan (senior)
v  Penanggulangan Tindak Kriminal
-          PREVENTIF: Tindakan pencegahan sebelum terjadi kejahatan. Contoh: imbauan, penyuluhan
-          REPRESIF: Pengendalian sosial setelah terjadi pelanggaran. Contoh: hukuman penjara atau rehabilitasi bagi pengguna narkoba

3. Kesenjangan Sosial-Ekonomi
                Setiap masyarakat selalu ditandai dengan adanya kesenjangan. Kesenjangan artinya tidak seimbang, tidak simetris, atau berbeda. Kesenjangan membawa dampak pada kesenjangan sosio-ekonomi dan stratifikasi sosial. Kesenjangan sosio-ekonomi mencakup kemiskinan dan kesejahteraan. Stratifikasi sosial mencakup kesenjangan politik dan budaya
Faktor penyebab kesenjangan sosial ekonomi:
-          Menurunnya pendapatan perkapita akibat pertumbuhan penduduk yang tinggi tanpa diimbangi peningkatan produktivitas
-          Ketidakmerataan pembangunan antardaerah sebagai akibat kebijakan politik dan kekurangsiapan SDM
-          Rendahnya mobilitas sosial, akibat sikap mental tradisional yang kurang menyukai persaingan dan kewirausahaan.
-          Adanya pencemaran lingkungan alam
-          Sikap dan perilaku yang sesuai untuk mengatasi kesenjangan sosial ekonomi:
-          Hidup sederhana sesuai kebutuhan
-          Peduli dengan masyarakat yang kurang mampu dengan menciptakan pekerjaan bagi mereka
-          Meningkatkan pengetahuan untuk menguasai IPTEK
-          Menghargai kreativitas dan hasil karya orang lain
Upaya mengatasi kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat
-          Memberikan kesempatan kepada masyarakat miskin untuk mendapatkan pendidikan yang layak
-          Menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya
-          Adanya pemerataan pembangunan di daerah-daerah

D. Dampak Masalah Sosial di Masyarakat
-          Meningkatnya angka kriminalitas
-          Adanya kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin
-          Adanya perpecahan kelompok
-          Munculnya perilaku menyimpang
-          Meningkatnya pengangguran

E. Pemecahan Masalah Sosial di Masyarakat
                Untuk mengatasi masalah sosial perlu perubahan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dampak perubahan yang positif diharapkan dapat menghasilkan kondisi yang sejahtera
Upaya pemecahan masalah sosial:
§      Pemecahan masalah berbasis negara
Hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk memecahkan masalah sosial adalah melalui kebijakan sosial
Contoh:
ü  Mendirikan sekolah dengan biaya murah, KJP
ü  Pengobatan gratis, KJS, BPJS kesehatan
ü  Melakukan penertiban kendaraan bermotor
§      Pemecahan Masalah Berbasis Masyarakat
Contoh:
ü  Mengembangkan sistem sosial yang kondusif
ü  Memanfaatkan modal sosial
ü  Memanfaatkan institusi sosial
§      Bagi negara berkembang, usaha untuk mengatasi masalah sosial adalah dengan pembangunan
Dalam pembangunan harus memiliki tujuan:
1.       Dapat memperbaiki kehidupan masyarakat
2.       Melindungi warga masyarakat dari tindakan penindasan dan kesengsaraan
3.       Dapat memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan


F. Kesimpulan
                Dalam penyelesaiannya masalah social harus ditangani dengan bijak. Setiap kebijakan dan prasaranan harus mendukung. Tak lupa warga dan pemerintah harus bekerja sama untuk penyelesaiannya. Selain factor diatas, pendidikan karakter dan mental juga perlu dilakukan agar menimbulkan pengurangan angka stress akibat belum terselesaikannya masalah social yang dihadapi tiap warga.

Sumber : https://yustinasusi.wordpress.com/2015/09/05/permasalahan-sosial-2/
 

Selasa, 29 November 2016

Tugas Kuliah



TUGAS
ILMU SOSIAL DASAR

Deskripsikan diri kalian sebagai:

§     ➤➢ Manusia dalam individu
                Sebagai manusia dalam individu artinya sebagai makhluk hidup atau makhluk individu yang berhak atas milik pribadinya sendiri dan bisa disesuaikan dengan lingkungan sekitar. Manusia individu adalah dimana subyek yang mengalami kondisi manusia. Dikaitkan dengan lingkungannya melalui indera mereka dan dengan masyarakat melalui kepribadian mereka, jenis kelamin mereka serta status sosial. Selama kehidupannya, ia berhasil melalui tahap bayi, kanak-kanak, remaja, kematangan dan usia lanjut. Deklarasi universal untuk hak asasi diadakan untuk melindungi hak masing-masing individu. Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkahlaku spesifik tentang dirinya. Akan tetapi dalam banyak hal banyak pula persamaan disamping hal-hal yang spesifik tentang dirinya dengan orang lain. Disini jelas bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian, serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
                Saya sebagai makhluk individu memiliki pola tingkah laku serta berfikir yang spesifik yang menjadi ciri khas pribadi sehingga membedakan saya dengan orang lain. Saya juga memiliki hak atas diri saya, yang saya miliki juga yang seharusnya saya dapatkan.

§     ➤➣ Manusia dalam keluarga     
                  Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
                  Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.
               Peran manusia sendiri dalam keluarga tergantung pada status mereka. Dalam hal ini saya sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara dalam keluarga saya. Dimana saya berperan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental dan spiritual. Melaksanakan tugas sebagai anak, salah satunya adalah membantu orangtua.


§      ➤➣Manusia dalam Lingkungan tempat tinggal
                Lingkungan tempat tinggal sendiri berarti lingkungan yang menjadi tempat kita dalam bertumbuh kembang yang merupakan tempat kita menetap dalam sehari-hari, melakukan kegiatan mulai dari bangun tidur, beraktifitas hingga kembali tidur.
                Dalam lingkup ini, diri saya merupakan anak juga teman juga tetangga bagi lingkungan saya. Dimana saya menerapkan ajaran dari keluarga untuk bersosialisasi juga berinteraksi dengan  masyarakat di lingkungan saya. Saya juga berperan dalam menjaga ketertiban, kenyamanan juga kebersihan dari lingkungan saya. Saya juga dituntut untuk aktif bekerja sama dalam pengembangan lingkungan tempat tinggal saya.

§      ➤➣Manusia dalam Lingkungan Kampus
                Lingkungan kampus berarti lingkungan tempat saya menimba ilmu juga bersosialisasi dengan berbagai umur, status, dan pekerjaan.
                Dalam lingkup ini, diri saya merupakan mahasiswi tingkat pertama jurusan Sistem Komputer, fakultas Ilmu komunikasi dan teknologi informasi. Saya berperan sebagai mahasiswa baru yang ikut serta mencerdaskan lingkungan sekitar saya dengan ilmu yang saya miliki walau masih dini. Saya berperan untuk menjaga ketertiban, kenyamanan dan kebersihan, juga membantu melaksanakan program pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa lewat pendidikan yang saya tempuh. Saya juga dituntut untuk aktif bersosialisasi bukan hanya pada teman sekelas, melainkan kepada banyak mahasiswa lainnya dari berbagai kelas, angkatan, jurusan, maupun mahasiswa dari universitas lainnya dan bahkan kepada masyarakat umum.