Jumat, 16 November 2018

Manajemen Proyek dan Resiko Pembuatan Warung Internet

       Proses pembuatan sebuah proyek, dibutuhkan lima kegiatan utama yang harus dilakukan dalam siklus hidup proyek tersebut yaitu, inisiasi, perencanaan dan desain, pelaksanaan dan konstruksi, pemantauan dan system pengendalian, dan penyelesaian proyek. Setiap tahapan yang dilalui terdapat beberapa permasalahan-permasalahan yang timbul. Dalam kasus kali ini saya akan membuat bagaimana penyelesaian managemen proyek dengan resiko dan bagaimana cara menyelesaikannya.
        Pada permasalahan ini akan dibahas juga beberapa permasalahan yang timbul dengan studi kasus pembuatan warung internetdan juga akan dibahas solusi yang dapat diambil untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut. Pembahasan permasalahan ini dibagi dalam setiap tahapan pembuatan warung internet.

SIKLUS PROYEK:
Inisiasi
Tahap inisiasi proyek merupakan tahap awal kegiatan proyek sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan. Pada tahap ini, permasalahan yang ingin diselesaikan akan diidentifikasi. Karena proyek ini dapat dilakukan dengan cara sederhana maka proses inisiasi akan saya buat cukup sederhana, yaitu berupa perencanaan pembuatan warung internet (WARNET) sebagai sarana bisnis seseorang atau kelompok.

Tahap Perencanaan dan Desain
Ketika ruang lingkup proyek telah ditetapkan dan tim proyek terbentuk, maka aktivitas proyek mulai memasuki tahap perencanaan. Pada tahap ini, dokumen perencanaan akan disusun secara terperinci sebagai panduan bagi tim proyek selama kegiatan proyek berlangsung. Adapun aktivitas yang akan dilakukan pada tahap ini adalah membuat dokumentasi project plan, resource plan, financial plan, risk plan, acceptance plan, communication plan, procurement plan, contract supplier dan perform phare review.
Pada proyek saya, perencanaan dan desain dapat berupa surat-surat perijinan, perencanaan pembelian penunjang fasilitas(printer, scanner), bentuk ruangan, perencanaan keuangan, perencanaan pembelian satu set computer(CPU, monitor, mouse, keyboard).

Tahap Eksekusi (Pelaksanaan proyek dan Konstruksi)
Dengan definisi proyek yang jelas dan terperinci, maka aktivitas proyek siap untuk memasuki tahap eksekusi atau pelaksanaan proyek. Pada tahap ini, deliverables atau tujuan proyek secara fisik akan dibangun. Seluruh aktivitas yang terdapat dalam dokumentasi project plan akan dieksekusi.
Tujuan proyek dibangun untuk bisnis karena saya melihat peluang bisnis yang cukup stabil dan cukup dibutuhkan. Disini juga mulai di realisasikannya proyek pemetaan tempat atau bentuk topologi komputernya, penyusunan fasilitas penunjang.

Tahap Pemantauan dan Sistem Pengendalian
Sementara kegiatan pengembangan berlangsung, beberapa proses manajemen perlu dilakukan guna memantau dan mengontrol penyelesaian deliverables sebagai hasil akhir proyek.
Proses manajemen disini mulai di bentuk tim ahli atau biasanya pegawai merangkap tim ahli untuk membuat jaringan  tiap komputer, dibuat rincian daftar harga untuk biaya pemakaian, mencari jenis sambungan internet dengan provider yang terbaik.

Tahap Penutupan
Tahap ini merupakan akhir dari aktivitas proyek. Pada tahap ini, hasil akhir proyek (deliverables project) beserta dokumentasinya diserahkan kepada pelanggan, kontak dengan supplier diakhiri, tim proyek dibubarkan dan memberikan laporan kepada semua stakeholder yang menyatakan bahwa kegiatan proyek telah selesai dilaksanakan. Langkah akhir yang perlu dilakukan pada tahap ini yaitu melakukan post implementation review untuk mengetahui tingkat keberhasilan proyek dan mencatat setiap pelajaran yang diperoleh selama kegiatan proyek berlangsung sebagai pelajaran untuk proyek-proyek dimasa yang akan datang.
Pada tahap penutupan ini, setelah proses manajemen diatas dilaksanakan pegawai akan merealisasikannya dengan pertama meresmikan dibukanya warung internet tersebut lalu menjalankan nya. Tak lupa mencatat atau biasanya sudah terakumulasi di dalam komputer utama yang digunakan oleh pegawai.

JENIS-JENIS RESIKO
Terdapat 4 resiko yang menurut saya keempatnya dapat mempengaruhi proyek yang saya buat. Berikut listnya:
 • Resiko  Operasional, yakni resiko yang berhubungan dengan operasional organisasi, antara lain misalnya resiko yang mencakup sistem
  organisasi, proses kerja, teknologi dan sumber daya manusia. Dalam proyek ini kemungkinan   yang terjadi biasanya berupa perijinan tempat
 berlangsungnya proyek ada yang mungkin menaikkan sewa sepihak atau berada di tempat yang   tidak memiliki sertifikat kepemilikan dan ijin
 untuk membuka usaha.
• Resiko Finansial, yakni risiko yang berdampak pada kinerja keuangan organisasi seperti kejadian risiko akibat dari fluktuasi mata uang,
tingkat suku bunga termasuk risiko pemeberian kredit, likuiditas da kondisi pasar. Kalau dalam masalah ini menurut saya, penipuan
pegawai yang melarikan uang hasil keuntungan atau pelanggan yang memanipulasi bill melalui jaringan itu termasuk kedalam resiko ini.
• Hazard Risk, yaitu resiko yang terkait dengan kecelakaan fisik seperti kerusakan karena   
kebakaran, gempa bumi, ancaman fisik dll.
Karena proyek ini merupakan warung internet dimana penggunaannya menggunakan listrik maka resiko  ini sangat besar kemungkinannya.
 •Resiko stratejik, yaitu risiko yang ada hubungannya dengan strategi perusahaan, politik, ekonomi,      hukum. Risiko ini juga terkait dengan reputasi kepemimpinan organisasi dan perubahan selera           pelanggan. Dalam proyek ini yang menjadi sandungan utama adalah semakin maraknya
  kepemilikan komputer pribadi dengan banyak penunjangnya yang sek=makin hari semakin terjangkau.

MANAJEMEN RESIKO PROYEK
Manajemen resiko proyek yang baik akan mampu memperbaiki tingkat keberhasilan proyek secara signifikan dan mengurangi dampak atau kemungkinan terjadinya resiko. Bagaimanapun, manajemen resiko proyek akan memberikan suatu pengaruh positif dalam hal memilih proyek, menentukan lingkup proyek, membuat jadwal yang realistis dan estimasi biaya yang baik.
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen risiko proyek yakni:
 • Identifikasi, analisis dan penilaian resiko di awal proyek secara sistematis serta  mengembangkan       rencana untuk mengantisipasi resiko.
 • Mengalokasikan tanggungjawab kepada pihak yang paling sesuai untuk mengelola resiko         
 • Memastikan bahwa biaya penanganan risiko adalah cukup kecil dibanding nilai proyek. Artinya          bahwa biaya yang diperlukan untuk mengurangi
        dampak negatif dari suatu resiko realatif lebih rendah atau sama dengan besaran manfaat dari              terhindarnya/ berkurangnya resiko tersebut.


Daftar Pustaka
https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-manajemen-risiko-proyek/6764/4
https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_proyek
http://vinclfc.blogspot.com/2014/12/contoh-masalah-pada-manajemen-proyek.html
http://merryspradipta.blogspot.com/2014/11/manajemen-risiko-cara-penanggulangan.html
https://alrestyrantetana.wordpress.com/2009/06/04/analisis-kebutuhan-requirement-analysis/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar