Web Developer
A. LATAR BELAKANG
Menurut Wikipedia dijelaskan
bahwa Web Developer adalah pengembang web yang memiliki spesialisasi dalam
pengembangan aplikasi pada WWW(World Wide Web) atau aplikasi yang dijalankan
melalui HTTP dari server web ke browser web. Dengan kata lain Web Developer
merupakan orang yang membangun dan memelihara situs web, mereka benar-benar
menciptakan dan merancang situs web sesuai kebutuhan. Perkerjaan ini dapat
dilakukan secara individual maupun dalam bentuk perusahaan.
Pada zaman yang mendukung kecanggihan
dunia maya ini, kebergantungan segala aspek pada teknologi begitu pesat, lalu makin
maraknya startup atau tech company yang bermunculan, maka permintaan
akan web developer semakin tinggi dan menjanjikan. Klien web developer
ini beragam dan tidak semua pekerjaan sebagai software developer itu untuk klien eksternal. “Klien” disini bisa
aja perusahaan, organisasi, pemerintah, dan lain-lain yang butuh dibuatkan
sebuah website atau aplikasi web.
B. KEUNTUNGAN PROYEK
Keuntungan sebagai developer
adalah:
- Dapat berkeja secara mandiri,
- Dapat membuat situs web pribadi untuk mempromosikan jasa, dan
- Dapat bekerja jarak jauh.
- Semakin tingginya kebutuhan penyedia jasa ini, semakin banyak perusahaan dibidang IT yang mengambil kesempatan sebagai peluang bisnis yang menguntungkan. Selain memerlukan banyak bidang, jasa ini juga menghasilkan keuntungkan yang cukup besar sehingga sangat diperhitungkan.
C. RESIKO PROYEK
Selain beragam keuntungan
terdapat juga beberapa resiko yang siap dihadapi oleh Web Developer, yaitu:
- ·Daya saing yang semakin meningkat.
- Keahlian akan kemungkinan kerusakan terbatas(contoh: kurang update akan jenis-jenis cybercrime yg mengancam)
- ·Keuangan yang terbatas.
- ·Sarana/prasarana terbatas. (untuk bisnis individual)
- ·Pelayanan (untuk bisnis individual)
D. MANAJEMEN RESIKO
Setelah mengetahui resiko yang
akan dihadapi dalam mengelola web developer ada baiknya selalu mempertimbangkan
bagaimana individual maupun perusahaan meminimalkan resiko diatas dengan memanajemen
resiko terlebih dahulu. Manajemen resiko meliputi langkah memahami dan
mengidentifikasi masalah potensial yang mungkin terjadi, mengevaluasi,
memonitoring dan menangani resiko. Manajemen resiko yang proaktif artinya
menjawab bagaimana maupun perusahaan secara aktif berusaha mengurangi resiko
serta memperbaiki tingkat probabilitas keberhasilan pelaksanaan proyek. Berikut
cara penangannya:
- ·Terus menerus memperkaya diri dengan berbagai ilmu serta keterampilan yang membuat individual maupun perusahaan memiliki nilai jual lebih dari yang lain.
- Secara aktif atau berlangganan pada perusahaan penyedia anti virus, melakukan backup data dengan aktif serta melakukan pengecekan berkala.
- Individual maupun perusahaan lebih baik selalu memiliki sponsor atas setiap situs yang dibuat sebagai lahan untuk menambah modal.
- Sarana/prasarana yang terbatas akan mengganggu proses pembuatan maupun pemeliharaan situs. (Biasanya terjadi pada perusahaan yang baru merintis atau individual. Maka langkah diatas sangat diperlukan.)
- Pelayanan terganggu jika terdapat permintaan pembuatan meningkat dan berbanding terbalik dengan jumlah pegawai yang dimiliki sehingga jika terjadi kesalahan maka akan merugikan pihak penyedia jasa.
E. TUJUAN MANAJEMEN PROYEK
Adapun berikut tujuan
dilakukannya manajemen proyek:
- Mengelola Resiko menjadi sebuah alarm pengingat yang semakin di utamakan dalam perancanaan sedari awal.
- Memaksimalkan Potensi Tim maupun individual agar tercipta lingkungan kerja yang sehat serta maksimal.
- Menciptakan Perencanaan yang tepat dari segi strategi pemasaran, pengelolaan, serta pemeliharaan.
- Memanfaatkan Peluang dari resiko serta keuntungan yang ada.
- Mengelola Integrasi individual maupun perusahaan dalam membangun bisnisnya
F. DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar